Selasa, 25 Ogos 2015

Da'i Tengger



Ustadz Afrizal Sembiring atau yang akrab disapa Mas Rizal mengaku mobilitasnya untuk berdakwah agak sedikit terkendala dikarenakan harus menempuh jalan yang terjal dengan kemiringan hampir 80 derajat!”
 Da’i Lulusan STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim Surabaya) Tahun 2014 ini mengaku membutuhkan sepeda modor untuk tembus terjal pegunungan “dengan motor dakwah sampaikan hidayah” pungkas beliau. Dengan demikian, lelaki yang berusia 24 tahun ini lebih mudah mendatangi rumah warga binaannya yang terpencar satu sama lain di lereng pegunungan Semeru-Bromo sisi Lumajang khususnya di Tengger, Senduro, Lumajang, Jawa Timur.
Di samping membina warga, Pemuda asal Medan tersebut juga mendapat kepercayaan warga untuk membina anak mereka. Maka diadakanlah pengajian rutin yang saat ini diikuti sekitar 50 anak.
Selain masih awam dan kuatnya budaya Hindu di tengah warga minoritas Muslim, kendala bahasa pun menjadi kesulitan tersendiri. Karena mayoritas warga belum dapat berbahasa Indonesia. Namun dengan segala tantangan ini, dakwah Islam senantiasa terus digalakkan salah satunya oleh Kader Da’i Hidayatullah.
Da’i Tengger mengajak seluruh kaum muslim untuk mempertahankan suasana dakwah di kawasan Gunung Semeru-Bromo dan B29 ini.  “Selain itu kami membutuhkan dukungan sarana transportasi untuk menempuh perjalanan yang terjal itu. Sepeda motor jenis trail akan sangat membantu dakwah ini,” ungkapnya, menyampaikan harapan.
Bersediakah Anda menyingkirkan hambatan dakwah di sana? Insya Allah, setiap hidayah yang tumbuh di hati dan setiap  ilmu yang didapatkan para mualaf-mualaf baru, akan mengalirkan pahala bagi mereka yang mewakafkan hartanya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan