Ustadz Afrizal Sembiring atau yang akrab disapa Mas Rizal mengaku mobilitasnya untuk berdakwah agak sedikit terkendala dikarenakan harus menempuh jalan yang terjal dengan kemiringan hampir 80 derajat!”
Da’i Lulusan STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam
Luqman Al Hakim Surabaya) Tahun 2014 ini mengaku membutuhkan sepeda modor untuk
tembus terjal pegunungan “dengan motor dakwah sampaikan hidayah” pungkas beliau.
Dengan demikian, lelaki yang berusia 24 tahun ini lebih mudah mendatangi rumah
warga binaannya yang terpencar satu sama lain di lereng pegunungan Semeru-Bromo
sisi Lumajang khususnya di Tengger, Senduro, Lumajang, Jawa Timur.
Di samping membina warga,
Pemuda asal Medan tersebut juga mendapat kepercayaan warga untuk membina anak
mereka. Maka diadakanlah pengajian rutin yang saat ini diikuti sekitar 50 anak.
Selain masih awam dan kuatnya
budaya Hindu di tengah warga minoritas Muslim, kendala bahasa pun menjadi
kesulitan tersendiri. Karena mayoritas warga belum dapat berbahasa Indonesia.
Namun dengan segala tantangan ini, dakwah Islam senantiasa terus digalakkan
salah satunya oleh Kader Da’i Hidayatullah.
Da’i Tengger mengajak seluruh
kaum muslim untuk mempertahankan suasana dakwah di kawasan Gunung Semeru-Bromo
dan B29 ini. “Selain itu kami membutuhkan dukungan sarana transportasi
untuk menempuh perjalanan yang terjal itu. Sepeda motor jenis trail akan sangat
membantu dakwah ini,” ungkapnya, menyampaikan harapan.
Bersediakah Anda menyingkirkan
hambatan dakwah di sana? Insya Allah, setiap hidayah yang tumbuh di hati dan
setiap ilmu yang didapatkan para mualaf-mualaf baru, akan mengalirkan
pahala bagi mereka yang mewakafkan hartanya.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan